SELAMAT DATANG DI BLOG FARM LELE SANGKURIANG DRAMAGA
LELE SANGKURIANG DIKOLAM TANAH....????
Siapa takut....!!!!
Hampir kebanyakan pembenihan Lele Sangkuriang menggunakan media terpal untuk kolam pendederannya......,
Kami (leledramaga) mencoba inovasi baru dengan pendederan dikolam tanah...., walhasil benih yg dihasilkan lebih bagus.....Bibit lebih gesit.... dan lebih tahan dari penyakit....., karena sesuai dengan habitat asli lele yg lebih suka di danau...., atau dikolam tanah...., BUKTIKAN.....Insya Alloh anda akan berhasil............
Khusus untuk para juragan2 Lele baik yg pemula, maupun yg sudah kawakan, selamat datang/Wilujeung Sumping di Blog ini. Mudah2an Blog ini bisa membantu anda dalam menggali Informasi khusus tentang Lele Sangkuriang.
Dan tak lupa juga jika para juragan membutuhkan Benih Lele Sangkuriang jangan sungkan2 untuk menghubungi di Lokasi, Jl. Pemuda Dramaga Caringin, Desa Margajaya - Sebelum Kampus IPB Dramaga-Bogor Barat, 0812 9094 381.
Selasa, 30 Maret 2010
Indonesia Jajaki Ekspor Lele ke Timteng
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen kelautan dan Perikanan (DKP) DR Victor PH Nikijuluw, Minggu (31/5), mengatakan, Indonesia sudah ekspor ke Singapura dan Malaysia hanya jumlahnya masih sangat kecil tidak lebih dari 1 ton per bulan.
"Kita akan jajaki pasar di Timur Tengah untuk mememuhi kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana," kata Victor seusai membuka Bimbingan teknis (Bimtek) Pemberdayaan Tenaga Kerja Pengolahan dan Pemasaran di Purbalingga.
Ekspor ikan lele asap ke Malaysia dan Singapura dicukupi dari produsen di Bogor Jawa Barat. Namun, produsen ini masih disuplay dari Boyolali dan Yogjakarta. Dia berharap mengisi kebutuhan ekspor ke Malaysia dan Singapur bisa dipenuhi dari wilayah Banyumas termasuk Purbalingga. Disebabkan produksi lele di Bogor dan wilayah Jawa Barat pada saat tertentu masih kurang.
Penjajagakan pasar ikan olahan berupa lele untuk meningkatkan nilai ekspor, selama ini ekspor lebih pada ikan segar yang dipadatkan, ke depan mencoba hasil diversifikasi ekspor ikan. "Ikan lele itu kita belah kemudian dimasak dengan vile, dipacking dan diberi label merk dari Indonesia . Volume yang kita ekspor tidak bertambah, tetapi ada diversifikasi peningkatan kualitas ekspor ikan," kata Victor.
Ditambahkan, target nilai ekspor pada tahun 2009 ini justru dinaikan ketika dunia tengah mengalami krisis keuangan. Nilai ekspor tahun ini sebesar 2,8 miliar dolar AS, sedang sebelumnya pada tahun 2008 nilai
ekspor sebesar 2,6 miliar dolar AS. "Peningkatan nilai ekspor tidak dengan meningkatkan volume ekspor ikannya, tetapi disiasati dengan peningkatan diversifikasi dan kualitas ikan yang diekspor," jelas Victor.
Sumber : Pikiran Rakyat (2009)


0 komentar:
Poskan Komentar